18 November 2020

https://www.asiin.de/en/home.html   

Padang-Matematika UNAND. Sesuai dengan visi misi Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (UNAND), yaitu Menjadi Program Studi S1 yang Bereputasi di Bidang Matematika Teori dan Aplikasi di Tataran Asia Tenggara pada Tahun 2028, maka Jurusan Matematika FMIPA UNAND terus melakukan perbaikan mutu akademik agar memenuhi standar internasional. Salah satu usaha yang dilakukan adalah pengajuan akreditasi internasional dari lembaga ASIIN [Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik]. Lembaga ASIIN merupakan lembaga akreditasi pendidikan tinggi berskala internasional yang berasal dari Jerman, yang mengakui beberapa displin ilmu, di antaranya bidang teknik, informatika, ilmu pengetahuan alam dan matematika.

Sebagai langkah awal dalam rangka mengajukan akreditasi internasional ASIIN tersebut, Jurusan Matematika FMIPA UNAND mengadakan Workshop ASIIN yang dilaksanakan dalam jaringan, pada hari Selasa tanggal 17 November 2020, dengan narasumber ibu Hilda Assiyatun, PhD, yang merupakan Ketua Program Studi S1 Matematika FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan workshop ini dilaksanakan selama tujuh jam, dari pukul 09.00 – 16.00 WIB. Kegiatan Workshop ini didukung oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNAND.

Kegiatan workshop dibuka oleh Ketua LP3M, Prof. Dr. Henny Lucida, Apt. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa UNAND berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu yang ada dengan mendorong prodi-prodi untuk mendapatkan pengakuan mutu berupa akreditasi internasional. Beliau juga menyampaikan bahwa UNAND berkomitmen untuk men-support dan mendorong prodi-prodi yang bersedia dan siap untuk mengusulkan akreditasi internasional. Beliau menambahkan bahwa saat ini terdapat 34 prodi di Universitas Andalas yang akan mengajukan akreditasi internasional.

Kegiatan workshop diawali oleh sambutan dari Ketua Jurusan Matematika FMIPA UNAND, Dr. Yanita yang menyampaikan bahwa latar belakang diadakannya kegiatan workshop ini adalah sebagai usaha untuk memujudkan visi misi Jurusan Matematika FMIPA UNAND. Beliau juga berterimakasih atas dukungan yang besar dari LP3M UNAND, serta berharap dengan diadakannya workshop ini dapat membuka wawasan dan menumbuhkan semangat bagi segenap sivitas akademika di jurusan Matematika FMIPA UNAND untuk mewujudkan akreditasi ASIIN bagi Prodi S1 Matematika FMIPA UNAND.

Selanjutnya, Dekan Fakultas MIPA, Prof. Dr. Syukri Arief juga menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan workshop ini. Beliau mengungkapkan bahwa adanya Indikator Kinerja Utama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dapat mempercepat keinginan Prodi-Prodi di FMIPA UNAND untuk mengajukan akreditasi Internasional ASIIN. Beliau juga mencatat bahwa untuk mempersiapkan proses akreditasi ini dengan baik diperlukan tim akreditasi yang kuat dan solid. Beliau juga menambahkan bahwa suasana akademik akan meningkat jika suatu prodi sudah terakreditasi secara internasional.

Kegiatan workshop dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Pada sesi pagi, ibu Hilda Assiyatun, PhD berbagi pengalaman pengajuan akreditasi ASIIN yang dilakukan oleh Prodi S1 Matematika ITB pada tahun 2015 serta re-akreditasi pada tahun 2020. Beliau menyatakan bahwa langkah awal yang dikerjakan adalah pembentukan tim khusus yang bekerja all out untuk persiapan dan pelaksanaan proses pengajuan akreditasi. Tim tersebut menyempurnakan semua bahan dan materi yang telah ada sebelumnya, seperti OBE (Outcome-based education), Instrumen Penjaminan Mutu, serta menambahkan capaian Learning Outcomes untuk setiap mata kuliah di Prodi S1 Matematika ITB. Beliau juga juga menegaskan bahwa diperlukan komitmen yang kuat dari semua level, baik perguruan tinggi, fakultas, jurusan serta program studi untuk persiapan akreditasi internasional ASIIN tersebut. Setelah pemaparan tersebut, dilakukan diskusi terkait langkah-langkah apa yang diperlukan Prodi S1 Matematika UNAND untuk memulai persiapan pengajuan akreditas internasional tersebut.

Pada sesi siang, ibu Hilda Assiyatun, PhD memaparkan tentang kurikulum di Prodi S1 Matematika ITB, sebagai perbandingan bagi Prodi S1 Matematika UNAND. Beliau juga menjelaskan tentang penambahan Instrumen Penjaminan Mutu yang dilakukan oleh Prodi S1 Matematika ITB, setelah akreditasi internasional ASIIN diperoleh pada tahun 2015. Setelah pemaparan tersebut, kembali dilaksanakan diskusi terkait mata kuliah yang ada dalam struktur kurikulum di kedua prodi.

Kegiatan workshop ditutup pada pukul 16.00, dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada ibu Hilda Assiyatun, PhD selaku narasumber. Workshop ini telah memberikan gambaran tentang bagaimana proses persiapan pengajuan akreditas internasional ASIIN, serta dokumen terkait yang perlu dipersiapkan oleh Prodi S1 Matematika UNAND untuk memulai proses tersebut.  

   

 

 

 

  

 

 

22 September 2020

Innaalillaahi wainnaa ilaihi raaji'uun. Telah berpulang ke rahmatullah Pak Syamsir, pensiunan tendik FMIPA Unand (terakhir bertugas di Jurusan Matematika), pada tanggal 22 September 2020 pukul 4 dinihari. Semoga Allah swt mengampuni semua dosa alm, menerima amal ibadahnya serta memberikan kesabaran kepada keluarga yg ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin.

29 Agustus 2020

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas menggelar kegiatan Seminar Online bertema “Al-Qur’an dan Teori Himpunan” pada hari Kamis tanggal 27 Agustus 2020. Kegiatan ini didanai dari hibah pengabdian kepada masyarakat yang bersumber dari dana FMIPA Universitas Andalas dan difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas dalam penyediaan platform video conference.

Menurut ketua pelaksana kegiatan, Izzati Rahmi HG, M.Si, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih jarangnya pengajaran konsep-konsep matematika di sekolah yang disinergikan dengan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan motivasi dan referensi bagi para guru dan para siswa dalam mensinergikan kedua hal ini. Disamping itu kegiatan ini juga diharapkan menjadi salah satu bentuk ikhtiar dalam mentadaburi Kitab Suci Al-Qur’an. Secara khusus, konsep matematika yang diulas dalam kegiatan ini adalah teori himpunan yang merupakan konsep dasar yang membangun hampir semua aspek dan objek matematika.

Lebih lanjut Izzati menjelaskan bahwa kegiatan ini pada awalnya direncanakan secara offline untuk para guru matematika dan siswa di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Padang. Namun karena kondisi pandemi Covid-19, kegiatan ini dilaksanakan secara online dalam bentuk webinar (web seminar). Informasi webinar pada awalnya disebar ke kalangan guru matematika dan perwakilan siswa MTs dan SMP sederajat. Namun dengan berkembangnya sosial media sebagai wadah penyebaran informasi, kegiatan ini ternyata mendapat antusias dari berbagai kalangan masyarakat. Tercatat tidak hanya guru dan siswa MTs/SMP saja yang mendaftar, guru dan siswa SMA, praktisi bimbingan belajar, mahasiswa dan dosen, serta masyarakat peminat matematika pun turut serta sebagai peserta webinar dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Total peserta yang telah mendaftar adalah sebanyak 316 orang yang tidak hanya berasal dari kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, namun juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Melihat antusias peserta yang luar biasa ini, Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unand, Dr. Mahdhivan Syafwan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan salah satu berkah dari pandemi. “Justru dalam masa pandemi inilah kita dapat mengangkat acara dengan peserta lebih 300 orang, bahkan ada yang dari luar Sumatera Barat”. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Jurusan Matematika terhadap komunitas masyarakat dalam menghadirkan matematika yang sarat akan penguatan nilai-nilai keagamaan. “Di satu sisi kegiatan ini dapat menambah motivasi dalam mempelajari matematika, namun di sisi lain juga dapat menambah keimanan akan kebenaran Kitab Suci Al-Qur’an sebagai pedoman hidup”, tambah beliau.

Hal senada juga disampaikan Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Syukri Arief, dalam sambutannya dan sekaligus membuka kegiatan ini, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini, karena muatan materinya sangat unik dan menarik dan merupakan terobosan Jurusan Matematika dalam mengangkat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk webinar”. Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa ilmu-ilmu sains adalah ilmu-ilmu yang sangat dekat dengan ayat-ayat kauniyah, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan menambah keimanan dan kedekatan kita dengan Sang Pencipta.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ustadz Budi Rudianto, M.Si yang merupakan dosen Jurusan Matematika FMIPA Unand yang sehari-hari juga dikenal sebagai seorang da’i dan penggiat sosial. Program Peduli Nagari (PPN) yang beliau dirikan pernah diliput oleh “Kick Andy on Location” akhir tahun 2019 dan termasuk dalam nominasi Kick Andy Heros 2020. Dalam kegiatan webinar pengabdian masyarakat ini, Ustadz Budi memaparkan materi tentang mukjizat Al-Qur’an yang luar biasa. Al-Qur’an memiliki keunikan-keunikan dan masing-masing membentuk himpunan. Beliau menyampaikan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dapat dikelompokkan berdasarkan awal surat, karakteristik bilangan, dan karakteristik isi. Setiap kelompok dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan karakteristik-karakteristik tertentu. “Menyelami Al-Qur’an ibarat menyelami samudera lautan, samudera kebaikan-kebaikan, samudera keunikan-keunikan atas keluasan mukjizat dari Al-Qur’an, khususnya matematika”, papar beliau.

Selanjutnya narasumber kedua adalah Dr. Admi Nazra, yang juga merupakan dosen Jurusan Matematika FMIPA Unand dan saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Matematika. Beliau banyak melakukan penelitian dan menghasilkan publikasi internasional bereputasi dalam bidang aljabar, terutama tentang Himpunan Fuzzy. Dalam paparannya, Dr. Admi Nazra menjelaskan tentang konsep-konsep dasar dalam teori himpunan dengan mengambil contoh-contoh yang ada dalam Al-Qur’an. Pembahasan dimulai dengan memaparkan mengapa diperlukan himpunan, apa itu himpunan, serta bagaimana cara menyajikan himpunan dan hubungan antar himpunan. “Hal ini sangat jelas menunjukkan sinergisitas antar konsep himpunan dan kandungan ayat Al-Qur’an”, ujar beliau yang juga merupakan Gubernur Himpunan Matematika Indonesia untuk wilayah Sumatera Bagian Tengah.

Materi yang disampaikan kedua narasumber yang sangat kompeten dalam bidangnya ini mendapatkan apresiasi dari banyak peserta. Mereka menuliskan berbagai kesan pesan positif melalui laman chat zoom meeting, grup wa dan telegram. Salah satu peserta yang berprofesi sebagai guru dari Cilegon Banten, Wati, menyampaikan kesan pesan berikut: “Masya Allah, sangat bagus, mengaitkan matematika dengan Al-Qur’an”. Selanjutnya Ruslina, seorang guru dari Kampar Riau, juga berkomentar: “Acara dan materinya bagus, saya suka sekali..pingin ikut lagi”. Kemudian Ibnu Hadi, dosen matematika di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), mengungkapkan rasa takjubnya: “Barakallah buat Jurusan Matematika Unand, sudah berhasil mengadakan acara dengan tema yang luar biasa ini, harus disebarkan nih rekamannya”. Masih banyak kesan pesan senada dari peserta yang menunjukkan penghargaan tinggi terhadap kegiatan ini.

Di akhir acara panitia membagikan dooprize dalam bentuk pulsa senilai Rp. 50.000,00 kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan. Sebanyak 14 peserta terpilih mendapatkan doorprize yang terdiri dari siswa, guru, dan dosen. [IR]

10 Februari 2020

Sebagai bentuk kepedulian dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan, Himpunan Mahasiswa Matematika Universitas Andalas (HIMATIKA UNAND) kembali mengadakan kegiatan tahunan Pekan Seni Bermatematika XVII (PSB XVII) Se-Indonesia pada tanggal 6 sampai 8 Februari 2020 dengan tema “Mathematics in Revolution”.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kecintaan generasi muda pada penerapan dan penalaran matematika, serta meningkatkan kreativitas siswa dan mahasiswa dalam penguasaan matematika,”  ujar Febri Aneza selaku Ketua Panitia kegiatan ini. Lebih lanjut Febri menjelaskan, pelaksanaan PSB XVII juga untuk mensosialisasikan dan meningkatkan peran matematika baik secara langsung maupun secara tidak langsung, guna meningkatkan SDM menyongsong era globalisasi.

Kegiatan PSB XVII dibuka oleh bapak  Dr. Tesri Maideliza M.S.,M.Sc selaku Wakil Dekan III FMIPA Universitas Andalas. Acara pembukaan berlangsung meriah di Auditorium Unand. Dalam PSB XVII ini terdapat berbagai rangkaian kegiatan, yaitu Seni Bermatematika, Lomba Cepat Tepat, Lomba Pemodelan Matematika, Lomba Artikel, Lomba Poster Aplikasi dan Handmade, Lomba Mading, Instagram’s Video, Photo Contest dan yang terbaru adalah Mathematics Dominoes.

Pada hari pertama dilaksanakan penyisihan Lomba Seni Bermatematika, Seminar Nasional, Penyisihan Lomba Cepat Tepat dan Penilaian Lomba Poster. Khusus Seminar Nasional diadakan di Convention Hall Universitas Andalas dan terbagi menjadi Seminar Umum dan Seminar Siswa. Seminar Umum dengan tema “Peranan Matematika dalam Merevolusi Era Digital” diikuti oleh guru, dosen dan mahasiswa dengan narasumber Prof. Dr. Syafrizal Sy selaku Dosen Matematika Universitas Andalas dan Roza Ria Indah, S.Si selaku data scientist di PT. eBdesk Technology, alumni S1 Matematika Unand angkatan 2011. Sedangkan Seminar Siswa dengan tema  “Peranan Matematika di Era Milenial” disampaikan oleh Dr. Susila Bahri selaku Dosen Matematika FMIPA Universitas Andalas.

Selanjutnya pada hari kedua diadakan penyisihan Lomba Cepat Tepat dan Mading, Repost Photo Contest, Semifinal Lomba Cepat Tepat, Semifinal Lomba Seni Bermatematika, Final I Lomba Seni Bermatematika, dan Pemodelan SMA. Pada hari terakhir diadakan Penilaian Like Photo Contest, Final II Lomba Seni Bermatematika, Final Lomba Cepat Tepat, dan Pemodelan Mahasiswa.

Acara PSB XVII resmi ditutup pada pukul 14.30 WIB tanggal 9 Februari 2020 yang dimeriahkan dengan persembahan oleh HIMATIKA UNAND berupa tari nusantara dan pemberian hadiah kepada para pemenang. Tercatat total peserta PSB tahun ini mencapai 841 orang.

Adapun untuk juara umum pemenang dari lomba PSB XVII tahun ini diraih oleh SMP IT Arrisalah Padang, sedangkan untuk kategori lomba lainnya dirincikan sebagai berikut :

  • Juara Umum Lomba PSB XVII tingkat SMA Se-Indonesia diraih oleh SMA N 1 Padang Panjang.
  • Juara Umum Lomba PSB XVII tingkat SMP Se-Indonesia diraih oleh SMP IT Arrisalah Padang.
  • Juara 1 Seni Bermatematika tingkat SMP: MUHAMMAD HARISUL HAQ dari SMP IT Arrisalah Padang
  • Juara 1 Seni Bermatematika tingkat SMA: GIAN LUKY SAPUTRAdari SMA Negeri 1 Padang Panjang.
  • Juara 1 Lomba Cepat Tepat tingkat SMP: Tim SMP Negeri 8 Padang
  • Juara 1 Lomba Cepat Tepat tingkat SMA: Tim SMA Negeri Agam Cendekia
  • Juara 1 Lomba Pemodelan Matematika tingkat SMA sederajat : Tim SMA Negeri 1 Hiliran Gumanti
  • Juara 1 Lomba Pemodelan Matematika tingkat Pemodelan Matematika Mahasiswa : Tim Universitas Andalas.
  • Pemenang Lomba Mathematics Dominoes : MUHAMMAD RAYHAN YANUARdari SMA Negeri 3 Batusangkar dan KEISHA RIZKA SYOFYANI dari SMP N 4 Bukittnggi
  • Lomba Mading terbaik dan terfavorit : Tim MTs Negeri 3 Kabupaten 50 Kota dan Tim SMP Negeri 30 Padang, TIM SMA N 1 Sijunjung.
  • Pemenang Poster Aplikasi terbaik dan terfavorit : ALDHI RAQHISWANDARI dari SMA Negeri 3 Painan dan SYAFIQAH HERYANDA PUTRIdari SMP IT Nurul Ilmi Jambi
  • Pemenang Poster handamade terbaik dan terfavorit : HURYAH NUR HALIMAH  darri SMP Dar El Iman Islamic Padang dan SYAH ANDRO VISCOTdari SMA Negeri 3 Padang Panjang
  • Pemenang Instagram Video : LAURENCIA KRISNA HAREFA dari SMA Katolik Xaverius Padang
  • Pemenang Photo Contest : RAIF HILMI dari MAN 2 Tanah Datar
  • Pemenang Lomba Artikel : ANJAR FIRSTANDY FADHLURRAHMAN  dari SMA Negeri 1 Kubung

Pemberian hadiah berupa Piala Bergilir Menteri Pendidikan diberikan oleh ibu Reno Rahmi, M.Pd, sebagai Perwakilan dari Dinas Pendidikan Sumatera Barat, kepada juara umum PSB XVII se-Indonesia, sedangkan Piala bergilir Gubernur Sumatera Barat diberikan kepada pemenang juara 1 Lomba Seni Bermatematika. Sebagai bentuk apresiasi, Juara 1 lomba Seni Bermatematika SMA dapat diusulkan diterima di Jurusan Matematika Universitas Andalas melalui jalur SNMPTN. Hal ini disampaikan oleh Dr. Mahdhivan Syafwan selaku Ketua Jurusan Matematika.

Pada acara penutupan, Afriani Helka Putri seorang Siswa SMA Negeri 1 Hiliran Gumanti mengapresiasi panitia lomba PSB XVII dengan mengatakan “Kegiatan ini sangat berkesan bagi saya dan teman-teman. Melalui kegiatan ini banyak hal positif yang kami dapatkan, terutama perihal berteman. Apalagi bagi kami yang berasal dari sekolah pelosok. Karena, mungkin sebagian orang yang berada di Auditorium Universitas Andalas ini banyak yang tidak mengenal sekolah kami. Tetapi berkat kegiatan ini, kami yang berasal dari sekolah pelosok bisa dikenal oleh orang-orang. Harapannya dari kegiatan ini, semoga kegiatan ini lebih baik kedepannya dan cabang lomba yang diadakan semakin banyak serta yang terpenting pada kegiatan ini terdapat bonus untuk pemenang Seni Bermatematika agar mudah memasuki kampus UNAND, khususnya Jurusan Matematika Fakultas FMIPA UNAND”.

Lebih lanjut Febri selaku Ketua Panitia PSB XVII dalam penutupan menyampaikan, “Terimakasih kepada semua peserta yang telah mengikuti acara PSB XVII, pihak yang telah membantu serta rekan-rekan panitia PSB XVII atas bantuan dan semangatnya yang luar biasa sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan mohon maaf jika kami selaku panitia melakukan kesalahan dalam menyelenggarakan acara PSB XVII. Sampai jumpa di Pekan Seni Bematematika XVIII”.

 

Dokumentasi:

 

14 Mei 2020

(Padang-Matematika Unand) Pandemi Covid-19 telah berdampak secara sistemik dan multidimensional pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali masyarakat di lingkungan kampus Unand Limau Manis Padang. Menyikapi hal tersebut, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu upaya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat yang terkena dampak.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada hari Rabu (13/5) dalam bentuk pembagian paket sembako kepada masyarakat di lingkungan kampus FMIPA Unand yang paling berdampak, yaitu para petugas kebersihan dan penjaga keamanan. Ketika diwawancara di lokasi kegiatan, Dr. Admi Nazra selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian ini menjelaskan, “Masyarakat yang kita bidik adalah mereka yang paling dekat dengan kita, yang ada di depan mata kita, dan yang selama ini bergaul bersama kita. Mereka adalah para petugas kebersihan dan penjaga keamanaan di lingkungan FMIPA Unand yang selama ini bekerja demi kenyamanan dan keamanan kampus, tetapi memiliki penghasilan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup”. Dr. Admi menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini didanai oleh fakultas dan ditambah donasi dari dosen-dosen Jurusan Matematika yang berniat untuk membantu sesama di bulan suci Ramadhan.

Pembagian paket sembako dalam kegiatan pengabdian yang dilakukan Jurusan Matematika ini tetap memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 seperti physical distancing dan kewajiban memakai masker. “Kita telah membagi jadwal per shift untuk menghindari penumpukan orang pada satu waktu. Bahkan kita juga telah menyediakan hand sanitizer di lokasi kegiatan”, tegas Dr. Admi.  

Kegiatan pengabdian kepada masyakarat yang digagas oleh Jurusan Matematika ini merupakan satu dari sekian kegiatan pengabdian yang didanai fakultas dan bersifat kompetitif bagi jurusan yang ada di lingkungan FMIPA. Dihubungi pada kesempatan terpisah, Dekan FMIPA Unand Prof. Dr. Safni menuturkan, "FMIPA telah menyetujui 15 kegiatan pengabdian tahun ini. Dosen-dosen juga didorong untuk mengarahkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian ke arah pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Kebijakan ini dalam rangka membantu usaha pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus Covid-19 dan mengurangi dampak yang ditimbulkannya.”

Selain bantuan kepada petugas kebersihan dan penjaga keamanan kampus, Jurusan Matematika juga memberikan bantuan kepada orang tua mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unand, Dr. Mahdhivan Syafwan, yang turut hadir dalam kegiatan pengabdian (13/5), “Masyarakat yang juga paling dekat dengan kita dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan sebagai keluarga besar jurusan adalah para orang tua mahasiswa. Dalam masa pandemi ini, tidak sedikit orang tua mahasiswa yang pekerjaan dan penghasilannya terkena dampak Covid-19, sehingga berimbas pada konsentrasi belajar dan kesulitan mahasiswa dalam membeli piranti teknologi dan paket internet yang memadai untuk mengikuti perkuliahan daring”. Lebih lanjut Dr. Mahdhivan menambahkan, “Unand juga memberikan bantuan kepada mahasiswa penerima bidik misi dan yang memiliki UKT level 1 dan 2, dan Fakultas juga sudah mengumpulkan data mahasiswa yang berhak menerima zakat. Namun, mungkin saja masih ada mahasiswa di luar itu yang luput dari perhatian namun sangat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, kita minta kepada semua dosen agar mendata mahasiswa PA (Penasehat Akademik) yang orangtuanya terkena dampak. Dari data yang terkumpul, kita kemudian fokus membantu mahasiswa yang tidak mendapat bantuan dari Unand dan Fakultas dengan nilai bantuan yang kurang lebih sama. Dengan demikian kita bisa memastikan semua mahasiswa yang orang tuanya mengalami kesulitan ekonomi telah mendapat bantuan”.

Sebelumnya Jurusan Matematika telah membentuk Tim Tanggap Covid Math yang dimotori oleh Budi Rudianto, M.Si. Selama masa darurat dan PSBB, tim ini telah mengkoordinir penggalangan donasi, pendataan dan pendistribusian bantuan logistik makanan untuk mahasiswa yang masih bertahan di kos-kosan dan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari karena banyak toko yang sudah tutup. “Donasi kita dapatkan dari sumbangan para dosen dan alumni. Mahasiswa yang masih bertahan ini juga kita kumpulkan dalam sebuah WA grup khusus, sehingga kita dapat memantau mereka setiap hari,” demikian penjelasan Ketua Tim Tanggap Covid Math yang akrab dipanggil Buya ini. Tim Tanggap Covid Math ini menginduk ke Tim Tanggap Covid Fakultas MIPA di bawah koordinasi Wakil Dekan III dan dibantu oleh BEM FMIPA dan Hima-Hima Jurusan. [MS]

04 Mei 2020

Untuk pertama kalinya mahasiswa Prodi S1 Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas berlaga dalam Mathematical Contest in Modeling (MCM) 2020, sebuah kompetisi pemodelan matematika bergengsi tingkat internasional yang diperuntukkan bagi mahasiswa S1 dan dilakukan secara online. Mereka adalah Fadillah Nisa Uttaqi, Frilianda Wulandari dan Abdul Majid yang tergabung dalam Tim 1, serta Muhammad Randa, Rahmat Ogi Sentosa dan Annisa Fitri Nasia yang tergabung dalam Tim 2. Berhubung kondisi pandemi Covid-19, pelaksanaan MCM di tahun ini dibagi dalam dua periode, yaitu 13-17 Februari 2020 dan 5-9 Maret 2020. Kedua tim pemodelan matematika Unand memilih mengikuti kompetisi pada periode 5-9 Maret 2020.

MCM diadakan setiap tahun sejak 1985 oleh Consortium for Mathematics and Its Applications (COMAP), sebuah organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang memiliki misi meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dengan pendekatan pengenalan aplikasi matematika pada berbagai masalah nyata. Dalam kompetisi tersebut, setiap tim diharuskan menyelesaikan suatu permasalahan pemodelan dalam waktu tertentu, kemudian hasilnya dikirimkan dalam bentuk makalah berbahasa Inggris sebelum deadline yang ditentukan. Seleksi dilakukan berdasarkan penilaian terhadap kualitas makalah yang dikirim. Uniknya, dalam lomba ini setiap tim diberikan trust untuk menyelesaikan problem dengan jujur dan mandiri. Bisa saja peserta berlaku curang, misalnya dengan menyewa expert atau dikerjakan keroyokan oleh tim dosen. Namun hal tersebut tidak dilakukan karena menyangkut nama baik institusi nantinya. 

MCM tahun ini diikuti oleh 13.753 tim dari berbagai universitas di dunia, yang terdiri dari 3.852 tim memilih Problem A (28%), 2.455 tim memilih Problem B (18%), dan 7.446 tim memilih Problem C (54%). Tim 1 dan Tim 2 Unand masing-masing memilih Problem B dan C. Peserta lomba didominasi dari China dan disusul Amerika Serikat. Tidak sedikit tim yang ikut berasal dari berbagai universitas top 100 dunia, seperti Nanyang Technological University, Cornell University, Tsinghua University, Duke University, UCLA, New York University, Fudan University, Osaka University, University of Wisconsin-Madison, dan Brown University. Adapun peserta dari Indonesia pada tahun ini hanya diikuti oleh Universitas Binus dan Universitas Andalas.

Selama lima hari empat malam pelaksanaan lomba, keenam mahasiswa Unand fokus menyelesaikan problem pemodelan. Jurusan secara khusus menyediakan ruangan bagi mereka, lengkap dengan fasilitas yang diperlukan, seperti koneksi internet, printer, kertas, LCD TV, AC, minuman teh dan kopi, konsumsi snack, dan lain-lain. Mereka kerja nonstop dari pagi hingga sore di jurusan, dan dilanjutkan di tempat kos pada malam harinya. Sebelum pelaksanaan lomba, Jurusan telah menunjuk Efendi, M.Si sebagai Koordinator Kemahasiswaan untuk mempelajari dan mengurus berbagai hal yang diperlukan, mulai dari pembentukan tim, persyaratan, pendaftaran, mekanisme lomba, dan bahan-bahan untuk pembinaan lomba. Biaya pendaftaran dan berbagai fasilitas peserta selama mengikuti lomba ditanggung 100% oleh Jurusan Matematika FMIPA Unand. Menurut Efendi, M.Si, semua peserta idealnya perlu bermalam di kampus agar waktu yang terpakai menjadi efektif, namun hal tersebut tidak memungkinkan dilakukan mengingat kondisi keamanan dan kenyamanan kampus saat ini, sehingga mereka terpaksa harus melanjutkan pekerjaannya di malam hari di tempat kos. 

Hasil penilaian MCM diumumkan di akhir bulan April. Kedua tim pemodelan matematika Unand alhamdulillah berhasil memperoleh penghargaan sebagai Successful Participants, setara dengan yang diperoleh Universitas Binus, Indian Institute of Science dan Xiamen University Malaysia. Bahkan satu-satunya tim dari UCLA juga mendapat hasil sebagai Successful Participants. Menurut Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unand, Dr. Mahdhivan Syafwan, hasil Successful Participants ini dinilai sangat bagus, mengingat mahasiswa pertama kali mengikuti kompetisi ini, dan bagi jurusan merupakan pengalaman pertama dalam memfasilitasi dan mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi internasional ini. Lebih lanjut Dr. Mahdhivan menambahkan, “Kemauan dan keseriusan mahasiswa untuk ikut serta dalam lomba ini merupakan hal yang patut diapresiasi, apalagi hasil serupa juga diraih oleh beberapa universitas terkemuka seperti Universitas Binus, Indian Institute of Science, Xiamen University Malaysia, bahkan UCLA. Artinya mahasiswa kita sebetulnya punya potensi untuk bersaing dalam kompetisi internasional.”

Keikutsertaan Jurusan Matematika FMIPA Unand dalam kompetisi internasional bergengsi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visinya sebagai institusi yang bereputasi secara internasional dalam bidang matematika. Selain mengikuti berbagai kompetisi nasional dan internasional, Jurusan Matematika setiap tahun selalu aktif dalam program student dan staff mobility ke Jepang, Inggris dan Malaysia, serta memberi financial support dalam program SEAMS School tingkat Asia Tenggara. Jurusan Matematika juga rutin menyelenggarakan pertemuan ilmiah dengan narasumber kompeten dari dalam dan luar negeri. Bahkan saat ini Jurusan Matematika diperkuat dengan adanya dosen asing dari Jepang. “Alhamdulillah sejak tahun 2016, Prodi S1 Matematika FMIPA Unand telah memperoleh akreditasi A dari BAN-PT. Prestasi ini harus ditingkatkan ke level yang lebih tinggi menuju standar internasional. Kita telah putuskan untuk mempersiapkan akreditasi internasional ASIIN (Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics), sebuah badan akreditasi kredibel bidang teknik atau science dari Jerman,” demikian tambahan penjelasan Dr. Mahdhivan. 

Salah seorang anggota Tim 2, Rahmat Ogi Sentosa, menyampaikan pesan kesannya, “Alhamdulillah, semua kerja keras tim kami selama lima hari empat malam membuahkan hasil yang memuaskan. Waktu yang singkat untuk memecahkan suatu permasalahan serta masih kurangnya pengalaman, menjadikan MCM 2020 ini sebagai suatu tantangan yang sangat menarik untuk kami kerjakan”.  Sementara itu Abdul Majid, salah seorang anggota Tim 1, menuturkan hal yang senada, “Lomba ini memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi kami.” Keenam mahasiswa yang ikut dalam MCM tahun ini masih berkesempatan untuk ikut lagi di tahun depan, karena lima di antara mereka sedang kuliah di tahun ke-3 dan satu lagi di tahun ke-2. Pengalaman yang mereka dapatkan di tahun ini tentu saja akan menjadi bekal berharga dalam mempersiapkan lomba di tahun depan dengan lebih baik lagi. [MS]