Penerimaan Mahasiswa Baru

Mekanisme Penerimaan

Mekanisme penerimaan mahasiswa baru di Prodi S1 Matematika mengikuti mekanisme seleksi yang ada di Universitas Andalas, yaitu melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi MandiriMasuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN). Mekanisme ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 126 Tahun 2016 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri.

Penjelasan ringkas ketiga mekanisme penerimaan tersebut adalah sebagai berikut:

(i)    SNMPTN merupakan pola seleksi nasional berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) bagi SMA/SMK/MA atau sederajat dengan masa belajar 3 (tiga) tahun atau semester 1 (satu) sampai dengan semester 7 (tujuh) bagi SMK dengan masa belajar 4 (empat) tahun, serta portofolio akademik.

(ii)   SBMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis yang dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat dan diadakan setelah hasil ujian pada jalur SNMPTN diumumkan.

(iii) SMMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis yang diselenggarakan secara khusus oleh Universitas Andalas setelah hasil ujian pada jalur SBMPTN diumumkan. Dalam pelaksanaannya, Universitas Andalas tergabung dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Wilayah Barat (BKS Wilayah Barat) dan program seleksinya dinamakan SMMPTN-BARAT.

Informasi detail tentang ketiga jalur seleksi di atas dapat dilihat di http://pmb.unand.ac.id.

Data dan Fakta

Data perbandingan jumlah peminat dan daya tampung di Prodi S1 Matematika dalam beberapa tahun terakhir diperlihatkan pada Gambar 1. Dari data tersebut dapat disimpulkan secara umum bahwa jumlah calon mahasiswa yang ingin masuk ke Prodi S1 Matematika memiliki kecendrungan meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menandakan bahwa animo calon mahasiswa dan masyarakat terhadap Prodi S1 Matematika semakin meningkat.

                                                                    

                                          Gambar 1. Perbandingan Jumlah Peminat dan Daya Tampung Prodi Matematika Tahun Akademik 2010/2011 2015/2016

Peningkatan minat calon mahasiswa tersebut antara lain dipengaruhi oleh faktor berikut:

  1. Semakin banyaknya beasiswa yang tersedia
  2. Semakin baiknya proses pembelajaran
  3. Semakin baiknya sarana prasarana
  4. Naiknya akreditasi institusi PT dan Prodi menjadi A
  5. Masyarakat makin menyadari bahwa banyak bidang pekerjaan yang dapat dimasuki oleh lulusan Matematika, bukan hanya sebagai tenaga pendidik

Dari data jumlah peminat dan daya tampung tersebut, maka dapat dihitung tingkat rasio keketatan untuk masuk ke Prodi Matematika, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2. Terlihat bahwa meskipun pada beberapa tahun terjadi sedikit penurunan dalam jumlah peminat Prodi S1 Matematika, namun rasio keketatanuntuk masuk Prodi S1 Matematika cendrung meningkat setiap tahunnya.

                                                                    

                                                      Gambar 2. Rasio Keketatan Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Matematika Tahun 2010/2011 2015/2016

Jumlah mahasiswa Prodi S1 Matematika didominasi dari daerah Sumatera Barat dan seperlimanya berasal dari berbagai daerah lainnya di Indonesia. Perbandingan mahasiswa angkatan 2009-2015 yang berasal dari Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat diperlihatkan pada Gambar 3. Data asal daerah tersebut diambil berdasarkan asal SMA mahasiswa.

                                                                                  

                                                                                            Gambar 3.Distribusi Asal Mahasiswa Angkatan 2009-2015

Latar belakang sosial dan budayaasal mahasiswa Prodi S1 Matematika cukup beragam. Kemajemukan latar belakang sosial dan budaya ini tidak menghalangi suasana hidup berdampingan dalam kegiatan kampus sehari-hari. Bahkan di tingkat universitas juga tersedia unit-unit kegiatan mahasiswa bercirikan kesenian daerah, sehingga setiap mahasiswa dapat berinteraksi dan sekaligus mempelajari kekayaan budaya daerah yang beraneka ragam.

Read 136 times