Admin Matematika

Admin Matematika

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
25 September 2023

Departemen Matematika dan Sains Data bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kembali melepas satu orang mahasiswa program studi (Prodi) S1 Matematika Departemen Matematika dan Sains Data untuk melaksanakan program ASEAN Credit Earning di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) selama satu semester. Mahasiswa tersebut adalah Nur Asyifa Khaylana Putri yang berangkat ke UTM pada bulan September 2023. Program ini merupakan kerjasama antara Universitas Andalas dengan UTM, di mana program ini juga merupakan salah satu program MBKM Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Program Credit Earning merupakan program pengampuan mata kuliah secara terstruktur di Perguruan Tinggi (PT) yang dituju, dimana jumlah sks maka kuliah yang diperoleh nantinya dapat diakui dan disetarakan pada mata kuliah tertentu di PT penyelenggara.

Bapak Dekan FMIPA, Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng, Bapak Wakil Dekan 1 FMIPA, Dr. Mahdhivan Syafwan, Bapak Manager Bidang 2, Dr. Mulda Muldarisnur, dan Ibu Ketua Program Studi S1 Matematika, Dr. Arrival Rince Putri turut melepas Nur Asyifa Khaylana Putri beserta dua orang mahasiswa lainnya dari FMIPA Universitas Andalas di Dekanat FMIPA Universitas Andalas. Seluruh Civitas Academica Departemen Matematika dan Sains Data mengucapkan “Selamat dan semoga sukses kepada Nur Asyifa Khaylana Putri. Semoga Syifa dapat memperoleh segala pengalaman dan ilmu terbaik selama satu semester yang ditempuh di UTM.”

18 September 2023

Mahasiswa Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA UNAND telah menorehkan prestasi gemilang dalam Lomba Olimpiade Nasional Matematika yang diselenggarakan di UIN Imam Bonjol Padang pada tanggal 16 September 2023 lalu. Dalam kompetisi yang bergengsi ini, Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA UNAND mengirimkan 14 peserta, yang mana berhasil melangkah hingga babak final dengan 6 peserta unggulan.
Peserta-peserta terbaik yang berhasil masuk ke Babak Final adalah Fauzi Rahmatullah Siregar (Juara I), Rizki Ladipa YM (Juara II) , Rifka Khairunnisa Armako (Harapan 1), Fikri Mulyana Setiawan (Harapan 2), Muhammad Farhan Bunayya (Harapan 3). Membuktikan bahwa mereka adalah mahasiswa berprestasi dalam bidang matematika.
Prestasi mahasiswa Departemen Matematika dan Sains Data FMIPA UNAND ini merupakan langkah awal menuju kesuksesan yang lebih besar dalam dunia ilmu matematika dan sains data. Selamat kepada para mahasiswa yang telah meraih prestasi gemilang ini, dan semoga mereka terus berprestasi dalam perjalanan akademik mereka yang luar biasa.

 

13 October 2023

Indonesia sebagai sebuah negara yang terletak di Cincin Api Pasifik mengalami intensitas bencana yang tinggi. Sebagian besar bencana yang terjadi di Indonesia memiliki cakupan wilayah yang relatif kecil, namun berdampak besar, menciptakan skala bencana yang signifikan. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan mendesak akan data dan informasi bencana yang cepat dan akurat. Dalam menghadapi tantangan ini, penggunaan Unmanned Aerial Vehicles (UAV) atau yang lebih dikenal dengan “drone” telah terbukti efektif dalam pengumpulan data dan informasi dalam upaya penanggulangan bencana.

Saat ini pemanfaatan drone telah menjadi instrumen kritis dalam pemetaan area terdampak bencana. Drone mampu memberikan gambaran kondisi lokasi kejadian bencana secara near real-time, memungkinkan pemantauan kegiatan penanggulangan bencana dari awal hingga akhir, dan menyediakan data dasar yang esensial untuk evaluasi. Selain itu, drone membantu memenuhi kebutuhan data yang krusial dalam upaya mengurangi risiko bencana, memungkinkan kajian cepat dampak bencana secara detil, dan berperan sebagai sumber data pendukung yang berharga dalam perencanaan dan pembangunan pasca bencana. Dalam rangka mengoptimalkan penanganan bencana, pemanfaatan teknologi drone menawarkan kontribusi yang signifikan dalam memahami, merespons, dan merestorasi wilayah yang terdampak bencana dengan lebih efisien dan efektif.

Terlepas dari potensi penggunaan drone dalam penanggulangan bencana, seperti yang telah dijelaskan di atas, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah masalah daya tahan penerbangan drone dan risiko tabrakan saat menggunakan beberapa drone secara bersamaan. Dalam konteks penanganan bencana, pemetaan yang cepat dan akurat dengan drone menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, diperlukan sistem navigasi penerbangan otomatis yang memungkinkan drone mengikuti jalur terpendek dan menghindari potensi tabrakan. Hingga saat ini, navigasi penerbangan drone sering kali dilakukan secara manual, dengan trayektori drone ditentukan berdasarkan naluri dan pengalaman operator drone.

Berdasarkan latar belakang di atas, sekelompok peneliti mahasiswa dari Universitas Andalas mengembangkan sebuah inovasi pemodelan matematika untuk merancang trayektori terpendek dari sebuah drone guna memetakan dengan cepat area yang terdampak bencana. Tim peneliti ini berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) tahun 2023. Tim ini dipimpin oleh Izzati Fulqi, seorang mahasiswa dari Prodi Matematika, dengan anggota Miya Qarlina Hutagalung dan Rahma Dilla juga dari Prodi Matematika, serta Gilang Ramadhan dan Muhammad Reval dari Prodi Teknik Elektro. Penelitian yang berjudul "Pemodelan Matematika Trayektori Drone untuk Pemetaan Cepat Area Terdampak Abu Erupsi Gunung Marapi sebagai Upaya Penanggulangan Bencana" ini dibimbing oleh Dr. Mahdhivan Syafwan, dosen dari Departemen Matematika dan Sains Data Fakultas MIPA Universitas Andalas. Penelitian ini tidak hanya fokus pada pemetaan wilayah terdampak bencana khususnya oleh abu erupsi, tetapi juga mengusung konsep inovatif dalam penanganan bencana.

Salah satu aspek penting dari penelitian ini adalah penggunaan metode Minimum Bounding Rectangle (MBR) dalam memperoleh pemetaan cepat. MBR adalah metode untuk menentukan persegi panjang dengan luas minimum yang menutupi suatu kurva tertutup di bidang. Metode ini dimulai dengan menentukan poligon cembung dengan keliling minimum yang melingkupi kurva yang diberikan, kemudian memilih persegi panjang dengan luas minimum yang mampu menampung poligon ini (lihat ilustrasi gambar).

Dalam implementasinya, kurva tertutup ini adalah wilayah terdampak bencana yang akan dipetakan dengan drone. Hasil dari metode MBR digunakan sebagai dasar untuk menetapkan trayektori drone dalam pemetaan, yaitu berupa lintasan lurus zigzag yang sejajar terhadap salah satu sisi persegi panjang yang diperoleh. Dengan trayektori terpendek ini, drone dapat melakukan pemotretan dan pengambilan data visual dengan waktu dan sumber daya yang optimal, mempercepat respons darurat dalam penanggulangan bencana. Keseluruhan proses di atas dijalankan melalui pemrograman terintegrasi dengan berbagai aplikasi perangkat lunak pada drone.

Hasil penting dalam penelitian ini adalah peningkatan kecepatan dan akurasi pemetaan. Melalui pendekatan matematis dan teknologi drone yang canggih, pemetaan wilayah terdampak bencana, seperti oleh abu erupsi Gunung Marapi, menjadi lebih cepat dan akurat. Hal ini berkontribusi pada efektivitas mitigasi, bantuan, dan evakuasi, serta mengurangi potensi kerugian yang timbul.

  

Gambar: Ilustrasi metode MBR pada area terdampak
24 June 2023

Ini adalah data prestasi mahasiswa baru

NO.
NO BP
NAMA SKS STATUS
JATAH DIAMBIL REG MHS KRS