Binahong (bahasa Latin: Bassela rubra linn) adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi yang mempunyai banyak khasiat dalam meyembuhkan berbagai macam penyakit. Air rebusan daun binahong memiliki rasa yang hambar sehingga kurang diminati untuk dikonsumsi. Namun, di tangan kelima mahasiswa Unand ini, binahong disulap menjadi Nata de Linn.

Nata de Linn merupakan hasil kreativitas tim mahasiswa Unand yang terdiri dari empat orang dari dan satu orang dari jurusan kimia. Mereka ikut serta dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) yang berhasil lolos dan didanai oleh Kemenristekdikti dengan judul “ NATA DE LINN:  MAKANAN SEHAT BERDESAIN GEOMETRIS MATEMATIS SEBAGAI OBAT PENCEGAH BERBAGAI PENYAKIT”.

Nata de Linn layaknya seperti Nata de Coco, namun Nata de Linn diolah dari air rebusan daun binahong yang kaya manfaat. Selain itu, ada yang berbeda dengan Nata de Linn. Di tangan kreatif para mahasiswa ini, Nata de Linn disulap dengan varian rasa yang enak dengan bentuk yang menarik tanpa mengurangi khasiat dari daun binahong itu sendiri. Nata de Linn memiliki varian rasa seperti leci, melon, pandan, dan durian dengan bentuk yang berdesain geometris matematis seperti prisma, limas, kubus, dan balok sebagai nilai tambah produk dalam bentuk memasyarakatkan dunia matematika. Selain itu, Nata de Linn dipasarkan dengan harga yang terjangkau yaitu Rp.2000,00, Rp.5000,00, dan Rp.10000,00.

Pada Sabtu (30/6) lalu, tim mahasiswa yang dibimbing oleh Bapak Efendi,M.Si (dosen Matematika Unand) ini mempromosikan Nata de Linn pada saat pergelaran Wisuda II Unand di lingkungan FMIPA. Masyarakat dan mahasiswa sangat antusias menyambut produk inovatif tersebut. “Nata de Linn ini enak, segar, dan bentuknya menarik. Selain itu juga dapat mengobati berbagai penyakit, sehingga saya tertarik untuk mengkonsumsi Nata de Linn ini ke depannya”, ujar Irham, salah seorang mahasiswa yang hadir pada acara wisuda tersebut. .

Menurut Lolita, selaku ketua tim PKMK, dengan adanya Nata de Linn ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengobati berbagai penyakit ringan maupun berat. Selain itu juga diharapkan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dengan memperkenalkan bentuk geometris matematis kepada khalayak umum terutama anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar. Kedepannya Lolita dan tim berharap agar usaha ini dapat berkembang dengan dijadikan sebagai lapangan usaha setelah lulus nanti.

 

Jadwal Kuliah Semester Pendek 2017/2018, Unduh

Seminar Rutin bulan Mei ini diisi dengan seminar kerjasama antara Otoritas Jasa  Keuangan (OJK) dengan FMIPA ,  diselenggarakan pada tanggal 3 Mei 2018 di Grand Inna Hotel . Seminar diadakan dalam rangka Program 1000 Aktuaris yang digodok oleh OJK, READI, dan PAI (Persatuaan Aktuaris Indonesia). Dalam hal ini, OJK sebagai perwakilan dari pemerintah, PAI sebagai lembaga profesional, dan tim READI sebagai project kerjasama dari luar negeri untuk mensosialisakan profesi Aktuaris.

Diadakannya seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi Aktuaris dan program lain yang berkaitan dengan peningkatan jumlah Aktuaris kepada Perguruan Tinggi (Dosen dan Mahasiswa), Guru, dan Siswa.

Salah satu narasumber seminar yaitu dari Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) menyebutkan bahwa Aktuaris merupakan salah satu pekerjaan terbaik dan menjanjikan bagi para lulusan Matematika saat ini.
Narasumber lain, yaitu dari READI mengatakan bahwa untuk menangkap peluang tersebut, seorang yang ingin menjadi Aktuaris harus memiliki keterampilan matematika sangat tinggi dan benar benar sangat mencintai matematika.

Seminar berjalan dengan lancar dan antusiasme dari peserta yang dilihat dengan pertanyaan dan jawaban peserta pada sesi tanya jawab dan kuis.

Berita seminar dapat dilihat?
www.babarito.com/2018/05/fakta-terkuak-ini-dia-pekerjaan-seorang.html?m=1